Rivalitas AREMANIA-BONEKMANIA

   Rivalitas Aremania – Bonekmania memang sudah menjadi fenomena masyarakat Jawa Timur dan Indonesia. Seluruh elemen kedua klub tak pernah akur dalam menjalani sebuah kompetisi. Seakan-akan tangis penderitaan salah satu klub adalah sebuah senyuman termanis bagi klub satunya. Kita tidak perlu mencari akar permasalahan dari rivalitas ini, yang terpenting buat nawak-nawak Aremania adalah bagaimana caranya menunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu mengolah semangat rivalitas ini untuk menjadi lebih baik dibanding dengan teman-teman Bonek.

   Rivalitas tersebut sudah membasahi ke semua sendi kehidupan, mulai dari dunia bisnis, kampus, olahraga sampai di dunia internet. Sudah sangat sering kita mendengar suara-suara yang sangat menyakitkan hati tersebar di berbagai halaman internet terkait dengan rivalitas ini. Rivalitas kedua klub pun mampu menghipnotis suporter lain yang notabene tidak ada sangkut pautnya.

   Aremania dan Bonekmania adalah sebuah simbol kebanggaan bagi para manusia yang berada di dalamnya. Sudah berapa liter darah mengalir yang diakibatkan oleh rivalitas tersebut. Pertemuan dedengkot kedua suporter pun hanyalah sebuah hiasan semata karena saya merasa yakin bahwa jauh di lubuk hati nurani para dedengkot tersebut terdapat ruang kebencian yang mendalam. Berbagai usaha yang pernah dilakukan hanyalah sebuah simbol tanpa makna karena rivalitas tersebut sudah sangat mengakar dan tumbuh dengan subur di hati masing-masing.

   Rivalitas dan perbedaan karakter setiap manusia adalah sebuah karunia dari Alloh SWT yang dianugerahkan kepada makhluk ciptaannya yang paling sempurna. Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi kita untuk memanfaatkan karunia tersebut menjadi sebuah energi yang mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan.
   Menurut ayas, rivalitas yang selalu diiringi dengan kekerasan otot adalah sebuah barang lama yang harus kita buang jauh-jauh dari hati kita. Sangat tidak membanggakan jika kita tetap menganut paham tawuran untuk menunjukkan siapa pemenang dari rivalitas Aremania dan Bonekmania. Sejarah telah mencatat bahwa selama tawuran antara Aremania dan Bonekmania terjadi, kedua kubu pasti mengalami kerugian, baik luka-luka maupun nyawa melayang.

   Aremania dan Bonekmania adalah kelompok suporter yang sangat disegani oleh suporter lain di Indonesia. Kedua kelompok suporter tersebut dikenal memiliki basis masa yang besar, militansi, kreatifitas, dan loyalitas yang tinggi dalam memberikan dukungan kepada klub kesayangan masing-masing. Bahkan, keduanya pun sering menerima hukuman sehingga diharapkan mampu bersikap lebih dewasa lagi. Melalui tulisan ini, saya sebagai seorang Aremania menantang teman-teman Bonekmania untuk berkompetisi positif dalam memberikan dukungan kepada klub masing-masing. Marilah kita tunjukkan sikap realistis bukan gembar-gembor dan suara-suara rasis yang kita tunjukkan. Tidak ada yang menjadi juri yang mampu menentukan siapa pemenang dari kompetisi tersebut. Biarlah seluruh manusia di dunia ini yang menilai siapa yang terbaik dari teman-teman Aremania dan Bonekmania.

   Menurut saya, perlu ditetapkan berbagai parameter utama yang sangat menentukan siapa yang layak disebut sebagai yang terbaik. Adapun parameter tersebut, antara lain:

1. Prestasi klub

   Sebagai suporter kewajiban utamanya adalah memberikan dukungan agar klub kesayangan mampu memberikan prestasi yang membanggakan. Jika melihat prestasi klub secara kumulatif, maka saya sangat appreciate terhadap berbagai prestasi yang mampu diukir oleh klub Persebaya. Title 8 kali juara diberbagai level kompetisi tanah air adalah sebuah prestasi yang sangat dibanggakan oleh klub yang sudah berdiri sejak 18 Juni 1927 dan turut membidani kelahiran PSSI tersebut. Sedangkan, Arema hanya pernah menyabet 4 gelar juara sejak lahir pada tanggal 11 Agustus 1987. Aremania boleh bangga karena dalam kurun waktu lima tahun terakhir, prestasi tim Arema lebih baik dibanding Persebaya. Pada kompetisi tahun ini, kita bisa mengecek di klasemen sementara ISL 2009/2010 untuk melihat perbandingan kedua klub tersebut. Menurut saya, prestasi sekarang dan masa depan jauh lebih membanggakan dibanding dengan prestasi masa lalu.

2. Kemandirian

   Setiap klub sepak bola di seluruh belahan dunia dituntut untuk mengedepankan profesionalisme dalam proses pengelolaannya. Pihak suporter adalah aktor utama dalam mendukung terciptanya klub sepak bola profesional. Arema Indonesia dilahirkan dan dikelola secara profesional sampai sekarang. Selama pergelaran Indonesia Super League, klub Arema Indonesia selalu menempati urutan teratas dalam perolehan point sebagai klub profesional. Sedangkan Persebaya? Menjelang umur yang ke-83, Persebaya masih menjadikan APBD sebagai urat nadinya.

3. Kreatifitas

   Kreatifitas dalam mendukung klub kebanggaan bisa diekspresikan dengan berbagai cara, mulai dari kostum, merchandise, lagu-lagu, gerakan-gerakan selama di stadion, dan lain-lain. Aremania dan Bonekmania memiliki memiliki karakteristik masing-masing dalam mengekspresikannya. Plagiat adalah sebuah parameter utama dalam menilai siapa yang lebih baik. Kelompok suporter yang melakukan plagiat terhadap kostum, merchandise, lagu-lagu, gerakan-gerakan selama di stadion adalah seorang pecundang.

4. Anarkisme dan Rasisme

   Aremania dan Bonekmania memiliki sejarah kelam masing-masing mengenai tindakan anrkisme. Sebagai suporter modern, tentunya anarkisme dan rasisme adalah sebuah dosa besar jika benar-benar terjadi. Tentunya anarkisme juga harus dibedakan dengan upaya pembelaan diri. Saya yakin Aremania dan Bonekmania tidak akan berdiam diri jika ada kelompok suporter lain yang melakukan provokasi berlebihan. Oleh karena itu, menurut saya parameter utama untuk menentukan siapa yang lebih baik adalah kelompok suporter mana yang lebih dulu menyulut api.

5. Loyalitas

   Loyalitas suporter adalah sebuah nafas dari keberadaan sebuah klub sepak bola. Berbagai dukungan yang diberikan sangat menentukan kemajuan klub. Jika klub sedang mengalami sebuah masalah serius, maka suporter wajib memberikan jawabannya. Banyak sekali parameter yang bisa digunakan untuk menilai sebuah loyalitas suporter. Salah satu yang bisa saya sampaikan adalah keberadaan suporter di setiap tribun penonton saat klub bertanding. Kita semua bisa menilai siapa suporter yang selalu konsisten memenuhi setiap sisi stadion untuk memberikan dukungan ketika klub kesayangan bertanding.

6. Penilaian Kelompok Suporter Lain

   Suporter juga seorang manusia yang selalu membutuhkan manusia lain untuk menjalin sebuah hubungan yang dinamis untuk memberikan arti lebih dari sebuah kehidupan. Menjalin hubungan baik dengan suporter lain adalah sebuah kewajiban bagi sebuah kelompok suporter karena klub kebanggaan kita masing-masing pasti akan melakukan pertandingan tandang di stadion klub lain. Aremania dan Bonekmania dikenal sebagai kelompok suporter yang memiliki mobilitas tinggi dalam mendukung klub kesayangan di manapun berlaga. Parameter utama dari faktor ini adalah respon kelompok suppoter lain dalam menyambut kedatangan kita. Jika respon kelompok suppoter lain tersebut positif, maka tentunya bisa dikatakan sebagai suporter yang baik

7. dan parameter-parameter lainnya

   Berbagai parameter di atas diharapkan mampu membuka mata dan hati masyarakat di seluruh belahan dunia dalam menilai Aremania dan Bonekmania. Setiap kelompok suporter selalu memikirkan cara untuk bisa mengubah dunia atau keadaan di sekitar mereka, tetapi hanya mereka yang berhasil mengubah diri mereka telebih dahululah yang pada akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan. Sudah saatnya kita membuka topeng kita masing-masing dan menunjukkan kepada dunia siapa diri kita sebenarnya. Tidak sulit untuk membentuk suatu karakteristik yang baru, mulailah dengan pemikiran yang benar dan tempatkan diri Anda pada lingkungan yang positif. Kebiasaan yang positif nantinya akan membentuk karakter Anda. Dan karakter Anda akan menentukan masa depan Anda. Ingatkan diri Anda sendiri bahwa segala sesuatu yang Anda kehendaki supaya orang perbuat kepada Anda, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

   Bukan sebuah juara atau penghargaan terhadap kelompok suporter mana yang lebih baik yang menjadi tujuan dari tulisan ini, melainkan sebuah tantangan untuk menunjukkan sikap positif demi kebaikan kita semua. Perdamaian adalah sesuatu yang sangat indah bila bisa terwujud, tetapi jika memang sulit untuk direalisasikan, kompetisi positif adalah sebuah solusi. Saya yakin jika Aremania dan Bonekmania saling menunjukkan energi positifnya masing-masing, maka kedamaian itu akan segera terwujud dengan sendirinya. Salam satu jiwa, Arema Indonesia. (*)
0 Responses